Faktabandung.id, NASIONAL – Polda Metro Jaya tengah melakukan penyelidikan intensif terkait insiden kecelakaan di SDN Kalibaru 01 Cilincing, Jakarta Utara. Fokus utama kepolisian saat ini adalah mengumpulkan keterangan dari pengemudi dan kernet minibus yang terlibat dalam peristiwa tersebut.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengonfirmasi bahwa proses pemeriksaan awal telah dilakukan terhadap awak kendaraan.
“Baru dua orang, yakni sopir dan kernet yang diambil keterangan,” kata Budi Hermanto saat dikonfirmasi, Kamis.
Budi menambahkan, proses penyelidikan tidak akan berhenti pada pengemudi saja. Pihaknya berencana memanggil pihak sekolah dan saksi mata di lokasi kejadian. Namun, kepolisian saat ini memprioritaskan pemulihan kondisi para korban.
“Pasti, guru dan saksi lain pasti dimintai keterangan, tapi kita melihat situasinya saat ini, yang paling utama adalah bagaimana memulihkan para korban terlebih dahulu, baik secara medis maupun psikis,” ujar Budi.
Untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan di SDN Kalibaru 01 ini, Polda Metro Jaya telah menerjunkan tim Traffic Accident Analysis (TAA) dari Ditlantas bersama Ditreskrimum untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
“Setelah dilaksanakan olah TKP, semua sudah selesai, akan dibersihkan lokasi untuk kegiatan belajar mengajar kembali normal,” tutur Budi.
Sementara itu, Kapolsek Cilincing, AKP Bobi Subasri, menjelaskan identitas pengemudi minibus tersebut. Pria berinisial AI diketahui merupakan sopir pengganti yang bertugas mengantar paket Program Makan Bergizi Gratis (MBG) karena sopir utama sedang sakit.
“Sopir pria berinisial AI ini ditemani kernet MRR saat aksi tabrakan itu terjadi. Pengemudi ini sudah dua kali membawa mobil untuk mengirimkan Makan Bergizi Gratis,” kata Bobi.
Berdasarkan pemeriksaan sementara, insiden bermula saat kendaraan melintasi tanjakan di area sekolah. Sopir mengaku sempat panik karena merasa rem tidak berfungsi normal.
“Dia injak pedal gas dalam, dan dia mengira yang diinjak adalah rem. Ini keterangan sementara karena kami masih melakukan olah TKP,” terang Bobi.
Saat ini, pihak kepolisian juga masih melakukan pendalaman terkait hasil tes urine pengemudi untuk memastikan kondisi fisik dan kesadarannya saat berkendara.















